Strawberry di Pekarangan Rumah

Hari minggu lalu ( 4 Mei 2008 ), saya beserta istri mengunjungi saudara di wilayah priangan timur, tepatnya Malangbong Garut. Dengan persiapan yang baik, kami berangkat menggunakan kendaraan roda dua. Alasannya, selain ingin menikmati pemandangan, perjalanan ini direncanakan pulang pergi. Meskipun demikian tidak mengurangi kenyamanan dalam menggunakan kendaraan. Santai, itulah yang diharapkan.
Putri tercinta yang biasa dipanggil ”De Tiara” dititipkan ke Bapak Wetan dan Ibu Wetan (Kakek dan Nenek). Mereka melarang kami untuk membawa cucu kesayangannya. Khawatir kalau masuk angin. Maklum di usianya yang menginjak empat tahun tepat bulan Juni nanti, kondisi kesehatannya harus dijaga. Entah rencana apa yang mau dibuat dalam menghadapi ulang tahun cucunya. Biasanya sih hobinya acara memancing. De Tiara sangat gemar sekali kalau diajak Bapak Wetan memancing.
Setelah pamitan, dari Bandung berangkat pukul 08.30 WIB. Rute yang ditempuh adalah Bandung, Soekarno-Hatta, Cileunyi, Rancaekek, Cicalengka, Nagreg, Bandrek, kemudian terus menyusur jalur pegununungan menuju Malangbong.
Selama perjalanan kuperhatikan dengan seksama motor yang kupakai. Maklum, kendaraan tua. Astrea Star keluaran tahun 1995 ini memang oke. Diperlukan perawatan yang baik agar kendaraan bisa mencapai performa maksimum.
Singkat kata, setelah melewati jalur Nagreg rute jalan mulai menanjak berkelok-kelok. Kendaraan kupacu dengan batas kecepatan standar. Terlihat jelas pemandangan alam yang indah. Puji syukur terucap dalam hati. Tak henti-hentinya saya tertegun menikmati perjalanan ini. ”Sungguh Indonesia ini indah” begitu ujarku dalam hati.
Tak terasa perjalanan sampai di Malangbong pukul 10.30 WIB. Kota yang berada di pegunungan ini, mempunyai kualitas udara yang baik. Sejuk dan segar. Itulah gambaran kota ini. Tiba di rumah saudara kuperhatikan begitu banyak tanaman strawberry di halaman rumah. Kutanyakan pada saudara perempuanku apakah untuk dijual atau sekedar buat pribadi, jawabnya “Kanggo di bumi” dalam bahasa Sunda terdengar mantap. Lalu terjadilah percakapan dalam bahasa Sunda mengenai cara pembibitan, pemeliharaan, dan perawatan tanaman strawberry ini.
Akhirnya kuperoleh ilmu baru mengenai alasan pembudi dayaan tanaman ini. Banyak sekali filosofi yang kuterima. Sebaiknya kalau kita mempunyai halaman rumah yang agak luas, mungkin lebih bagus ditanami tumbuh-tumbuhan. Dapat berfungsi sebagai apotek hidup, yang bermanfaat bagi kita semua. Lumayan bekal ilmu yang didapat, buat oleh-oleh pulang ke Bandung.

Bayu N Saputra



Mas, bisa tolong kaseh tw ga “cara pembibitan, pemeliharaan, dan perawatan tanaman strawberry” yg mas ketahui dari saudara mas.
Py lagi butuh neh!!! Tolong ya…. Please!!!
Ntar kirim za jawabannya ke e-mail py. keh!?
Da bageur….!!! PENTING!!! Bwt tugas….!!!?? Hhehehe
Comment by Hevy — July 27, 2008 @ 9:12 am
Heheh lupa e-mailnya vy_panda@yahoo.co.id
Tong hilapnya mas… Makasih!!
(Lagi butuh..!! Tolong secepatnya!!)
Mav ya maksa2… Heheh
Comment by Hevy — July 27, 2008 @ 9:14 am
Ok. Nanti saya hubungi…
Comment by bayunsaputra — July 28, 2008 @ 1:41 am