Catatan Bayu N. Saputra

October 14, 2008

Memilih Buku Cetak atau Buku Digital?

Filed under: Opini - bayunsaputra @ 3:44 am

 

Artikel ini telah dimuat di Harian Kompas JABAR, 14 Februari 2008

Mendokumentasikan bentuk kegiatan yang melibatkan banyak bidang kehidupan, misalnya penelitian, bisnis, hobi, dan keterampilan, merupakan pekerjaan yang sangat penting. Menurut Peraturan Presiden No. 20 tahun 1961, pengertian dokumentasi adalah menyediakan keterangan-keterangan yang dikutip, disadur, diterjemahkan, disaring, difotokopi, atau direkam dari segala dokumen pustaka.

Oleh BAYU N SAPUTRA

Secara umum, orang mengenal dan mengetahui contoh nyata dari sebuah dokumentasi itu berupa catatan atau tulisan. Dengan catatan dan tulisan, orang bisa mengetahui maksud yang terkandung dari dokumentasi tersebut. Mengingat begitu pentingnya peran dan fungsi sebuah dokumentasi, para ahli dan pakar di bidangnya memikirkan cara untuk membuat sebuah dokumentasi. Dengan tujuan, dokumentasi tersebut mudah dibaca, dipahami dan digunakan.

Salah satu bentuk yang lahir dari konsep pemikiran tersebut ialah buku. Zaman sekarang, buku dikenal menjadi dua jenis, yaitu buku cetak dan buku digital (buku elektronik). Keduanya mempunyai peran yang sangat strategis dalam menyampaikan sebuah informasi.

Perbedaan cetak-digital

Bagaimanakah kita mengetahui perbedaan-perbedaan yang terdapat pada buku cetak dan buku digital?

Pertama, penulisan atau pencatatan pada buku cetak dilakukan dengan media kertas dan alat tulis. Buku cetak ini mengalami berbagai macam bentuk perubahan dari waktu ke waktu. Contohnya, dalam sejarah kebudayaan manusia dikenal dengan peninggalan prasasti.

Manusia menyampaikan pesan melalui prasasti ini. Lalu, setelah kertas ditemukan oleh bangsa Cina pada tahun 101 Masehi, kegiatan tulis-menulis semakin maju dan berkembang. Bahkan, setiap peristiwa dan kejadian yang menimpa umat manusia dapat di abadikan (dokumentasi sejarah) dengan baik.

Kedua, buku cetak memerlukan dukungan bahan baku (kertas). Bahan baku kertas ini bersumber dari alam, yaitu tumbuhan dan pepohonan (serat selulosa dan hemiselulosa). Yang kita tahu adalah di dunia ini penggundulan hutan terus terjadi. Upaya untuk melakukan penghijauan kembali (reboisasi), cenderung lambat. Kondisi seperti ini jelas akan mengakibatkan pasokan bahan baku kertas berkurang. Imbasnya, tentu saja melambungnya harga kertas. Apabila harga kertas tinggi, maka harga sebuah buku menjadi mahal.

Ironis, di saat bangsa Indonesia sedang berupaya dengan sungguh-sungguh untuk memberikan layanan pendidikan kepada rakyat, di sisi lain harga buku melambung tinggi. Kondisi demikian menyulitkan keuangan para orang tua murid yang sebagian besar melakukan cicilan pembayaran untuk membeli buku, baik  tingkat SD, SMP, SMA, maupun perguruan tinggi.

Bagaimanapun mayoritas penduduk Indonesia berada pada golongan menengah ke bawah. Konsentrasi orangtua pada golongan ini tentu saja tertuju pada masalah biaya ekonomi rumah tangga. Namun, ada sebagian orang tua yang rela dan ikhlas bersusah payah mengupayakan anak-anaknya agar dapat membeli buku sekolah. Tujuannya hanya satu, agar anak-anaknya bisa pandai berguna bagi bangsa dan negara.

Angkat topi kepada pihak-pihak yang bergerak di bidang penerbitan media cetak. Meskipun di tengah impitan harga yang melonjak tinggi, mereka (pihak penerbit) masih sanggup bertahan dengan segala idealismenya dan menjaga harga buku supaya terjangkau semua lapisan masyarakat.

Ketiga, dari gambaran tersebut masih ada ancaman lain yang menunggu, yaitu masalah pelapukan kertas. Bila tidak dirawat dengan baik, buku mudah rusak. Gangguan rayap, lingkungan, dan suhu udara yang berpengaruh pada kelembaban menyebabkan kualitas sebuah buku cepat sekali mengalami degradasi (kerusakan).

Menyedihkan. Buku yang sangat tidak ternilai harganya rusak seiring berlalunya waktu. Diperlukan perawatan dan pemeliharaan yang intensif agar kualitas buku dapat tetap terjaga dengan baik. Mungkin dari segi biaya, memerlukan dana yang tidak sedikit.

Kecintaan orang terhadap membaca dan menulis semakin menurun. Perlu dukungan yang maksimal dari pemerintah untuk menjaga minat warga agar tetap senang membaca dan menulis meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi.

Buku digital

Para ilmuwan melalui bidang teknologi informasi berhasil membuat satu inovasi untuk mengatasi masalah-masalah yang di hadapi dalam proses pembuatan dan perawatan buku cetak. Inovasi itu adalah dengan lahirnya buku digital (buku elektronik). Beberapa kelebihan buku digital diantaranya pertama, penulisan atau pencatatan pada buku digital (buku elektronik) menggunakan media komputer (PC/Laptop).

            Saat ini komputer bukan dianggap barang mewah lagi, melainkan menjadi kebutuhan. Beragam bentuk dan jenis pekerjaan dilakukan dengan menggunakan komputer, antara lain internet, e-mail, chatting, dan video confrence. Dengan semakin terjangkaunya harga komputer oleh masyarakat, kegiatan menulis dan membaca dilakukan dengan komputer, termasuk di dalamnya proses pembuatan buku digital.

Kedua, sumber daya yang digunakan adalah energi listrik. Dengan listrik,  ketergantungan terhadap bahan baku kertas dapat dikurangi. Dampaknya, mungkin saja dapat menekan laju penggundulan dan perusakan hutan. Menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Indonesia kehilangan 72 persen hutan (World Resource Institute, 1997).

Kerusakan hutan Indonesia mencapai 3,8 juta hektar per tahun atau sekitar 7,2 hektar rusak setiap menit. Setidaknya dalam hal ini secara tidak langsung, kita ikut berpartisipasi dalam melestarikan lingkungan.

Ketiga, ancaman pelapukan kertas dapat di atasi dengan jalan di-scan (konversi dari kertas ke digital/elektronik). Kita bisa mengambil pelajaran pada Perpustakaan Nasional London yang berencana memindahkan sebagian besar buku koleksinya ke dalam bentuk digital.

Koleksi buku yang berusia ratusan tahun tersebut mengalami degradasi kualitas cetakan. Apabila metode perawatan yang digunakan masih menggunakan cara yang sebelumnya (manual), hal itu dikhawatirkan akan merusak lembaran demi lembaran halaman buku-buku tersebut. Langkah itu patut kita contoh karena demi menyelamatkan akar sejarah perjalanan suatu bangsa, cara apa pun harus di upayakan.

 

BAYU N SAPUTRA

Bekerja di Bidang Komputer,

Fakultas Peternakan Unpad
 
Email: bnugrahasb@yahoo.com or bayuns@gmail.com

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://bayunsaputra.blogsome.com/2008/10/14/memilih-buku-cetak-atau-buku-digital/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1430 H.

Google
 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King