Memperbaiki Nasib Petani dengan “Blog”
Artikel ini telah dimuat di Harian Kompas Jabar, 11 April 2008
Karut marut perekonomian bangsa Indonesia, membuat nasib petani di negeri ini semakin memprihatinkan. Harga bahan bakar minyak, tarif dasar listrik PLN, dan harga pangan yang terus merangkak naik menjepit mereka. Apalagi, di era perdagangan bebas, semua negara yang terikat perjanjian dagang dengan Indonesia akan leluasa memasarkan produk dan komoditasnya di dalam negeri.
Situasi demikian, membuat para petani semakin terpojok tak berdaya. Diperlukan sebuah terobosan agar bisa keluar dan bangkit dari keterpurukan. Untuk mengatasi hal tersebut, blog merupakan pilihan sarana dan media yang efektif, dalam mempromosikan produk lokal pertanian yang dihasilkan oleh petani Indonesia. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan dan memperbaiki perekonomian para petani, yang luput dari perhatian kita semua, karena berbagai masalah yang menimpa bangsa Indonesia.
Produk yang dihasilkan oleh sektor pertanian di Indonesia sangatlah beragam. Diantaranya adalah padi, jagung, kedelai, tomat, kentang, dan lain sebagainya. Dengan memanfaatkan blog untuk memasarkan hasil produk pertanian, dapat membuka pintu bagi sektor-sektor produk pertanian yang lain, agar bisa bersaing dengan komoditas luar negeri, yang membanjiri pasar domestik kita. Itu semua merupakan bukti, bahwa potensi para petani di Indonesia sangat besar, dalam menjangkau pasar yang ada.
Kehidupan tradisional
Memang dapat dikatakan, bahwa petani di Indonesia belum memiliki pengetahuan yang cukup memadai tentang teknologi Internet. Apalagi berbicara mengenai masalah blog. Itu merupakan sesuatu yang di luar jadwal rutin kehidupan mereka. Secara umum, kegiatan yang dilakukan adalah, mendapatkan hasil panen pertanian dengan mutu dan kualitas yang baik. Kemudian hasil panen tadi, dijual agar bisa membiayai kehidupan keluarga sehari-hari, dengan harapan ada sedikit keuntungan dari hasil perniagaan yang dilakukan.
Kondisi demikian, bukanlah suatu kendala yang tidak bisa diatasi. Dengan memberikan pemahaman yang baik, akan pentingnya menggunakan blog terhadap daya saing suatu produk, maka para petani di Indonesia bisa tetap eksis dengan segala kemampuan, kreatifitas, dan kemandiriannya. Dengan blog media promosi yang gratis, semua barang hasil produk pertanian dapat diinformasikan kepada calon pembeli, secara rinci dan terstruktur.
Ini untuk memudahkan para konsumen, agar mengetahui kelebihan apa saja dari produk yang ditawarkan. Misalnya, beras Karawang yang terkenal akan kelezatannya. Di dalam blognya, petani beras Karawang dapat menceritakan keunggulan yang dimiliki dengan memberikan bukti nyata, antara lain foto hasil panen dan kualitas beras yang dihasilkan.
Untuk mewujudkan hal tersebut penyediaan fasilitas infrastruktur koneksi Internet belum merata. Koneksi Internet yang menggunakan jalur telepon, merupakan investasi yang sangat besar. Penanaman modal di bidang IT, mempunyai resiko yang sangat tinggi dengan tingkat pengembalian modal yang relatif lama.
Meskipun demikian, pelatihan dan pengenalan dasar-dasar menggunakan blog, merupakan upaya yang harus dilakukan petani di Indonesia, supaya dapat memasarkan produknya secara langsung, tanpa harus bergantung kepada pihak ketiga (tengkulak). Langkah ini dapat direalisasikan dengan membentuk kelompok tani, yang khusus mempelajari materi praktek teknologi blog. Hal tersebut dapat disiasati, dengan menggunakan fasilitas warung internet.
Dengan memiliki blog dan e-mail (surat elektronik), para petani dapat berkomunikasi langsung dengan calon pembelinya, tanpa harus khawatir membayar fee (upah) kepada pihak-pihak lain. Adapun mekanisme pembayaran yang dilakukan adalah menggunakan sistem konvensional, yaitu transfer uang melalui rekening bank. Dengan sistem dan mekanisme seperti ini, mata uang yang digunakan dapat disesuaikan dengan perjanjian transaksi. Sebagai antisipasi apabila calon pembeli berasal dari luar negeri, maka mata uang yang digunakan biasanya menggunakan mata uang Dollar Amerika. Ini untuk menghindari terjadinya kasus penipuan dan pencurian kartu kredit yang marak terjadi di Internet.
Kesenjangan pendidikan
Banyak yang menganggap bahwa tingkat pendidikan kaum petani di Indonesia masih dianggap rendah. Ini ditandai oleh minimnya kemampuan dalam membaca dan menulis. Menurut data Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) tahun 2000, peringkat indeks pengembangan manusia Indonesia menempati peringkat ke-109 (tahun 1999) di antara 174 negara di dunia. Dengan tingkat buta huruf yang masih tinggi, jelas ini akan berpengaruh langsung terhadap proses penguasaan ilmu dan teknologi.
Akan tetapi kalau demikian halnya, itu merupakan tantangan bagi kita semua untuk ikut serta berkewajiban secara aktif memberantas kebodohan dan kemiskinan. Siapa lagi yang akan menolong nasib petani di Indonesia, kalau bukan partisipasi aktif kaum terdidik, yang mempunyai kewajiban moral untuk mengentaskan rakyat dari kemiskinan.
Sebagai pembuat kebijakan pemerintah tentunya harus mempertimbangkan segalanya dengan baik. Terutama yang menyangkut aspek hukum, legal formal, dan arah pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Namun bagaimanapun juga, kita berlomba dengan waktu (persaingan global). Sementara pemerintah menyusun segala perangkat yang diperlukan, untuk mengatur segala hal yang berkaitan dengan aspek tersebut. Kita berusaha dengan semaksimal mungkin, memberikan pelatihan dasar-dasar keahlian, dalam memanfaatkan sebuah blog sebagai media karya para petani Indonesia.
Memang harus jujur diakui bahwa semua ini tidak mudah untuk diwujudkan. Seperti halnya membalikan telapak tangan. Ini berkaitan erat dengan tradisi, budaya, mental, karakter dan etos kerja suatu masyarakat. Tantangan dan hambatan pasti menghadang di depan mata. Baik itu sifatnya teknis maupun non teknis.
Semuanya merupakan proses menuju cita-cita optimis sebuah keberhasilan. Tiada perjuangan tanpa pengorbanan dan jerih payah yang maksimal. Dengan kesabaran dan ketekunan, hasil yang ingin kita peroleh, hanya tinggal menunggu waktu.
Setiap insan generasi bangsa, mempunyai suatu panggilan nurani, untuk memajukan rakyat dan bangsanya. Tentunya, dengan cara-cara baik yang harus kita dukung oleh semua pihak. Dengan bersatunya seluruh potensi komponen bangsa, kemajuan demi kemajuan yang diraih oleh bangsa Indonesia bukanlah sesuatu yang sulit.
Memberikan pelatihan keterampilan dasar membuat blog sangatlah penting. Ini demi memperbaiki nasib kaum petani di Indonesia, yang jumlahnya merupakan mayoritas dari penduduk bangsa ini. Dengan demikian diharapkan, para petani kita mampu bersaing dalam pentas internasional, sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang mempunyai martabat dan harga diri sebuah bangsa.
BAYU N SAPUTRA
Bekerja di Bidang Komputer,
Fakultas Peternakan Unpad
Email: bnugrahasb@yahoo.com or bayuns@gmail.com


