Catatan Bayu N. Saputra

April 2, 2009

Rasa Kebangsaan Yang Luar Biasa

Filed under: Opini - bayunsaputra @ 7:20 am

Menarik sekali melihat perbincangan Calon Presiden 2009 yaitu Prawbowo Subianto (PS) dengan Dalton Tanaka yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi beberapa waktu lalu. Dalam perbincangan tersebut, PS dengan lugas menjawab semua pertanyaan yang diajukan.

Mohon maaf sebelumnya bahwa saya sebetulnya bukan simpatisan suatu parpol tertentu. Saya sudah bersikap skeptis terhadap pemilu 2009 ini. Apalagi kalau melihat di pinggir jalan poster para caleg. Rasa-rasanya kok modal nekad dan spekulasi doank. Memang sih tidak ada yang salah dan sah-sah saja. Namun alangkah bijaksana sekiranya para caleg tersebut mengalihkan energinya itu ke dalam bentuk kegiatan sosial. Misalnya menyantuni anak yatim, orang tua lanjut usia di panti jompo, atau menolong korban bencana alam seperti Situ Gintung. Memang untuk pesan promosi tak semegah seperti poster yang ditampilkan. Tapi aksi para caleg akan lebih dikenang di hati orang-orang tadi. Dan uang yang dikeluarkan lebih bermanfaat.

Mungkin dalam kalkulasi politik kegiatan tadi kurang efektif. Terbayang dalam benak saya, sekelompok elite politik yang berebut kue kekuasaan dan rejeki pada saat bangsa Indonesia terlilit berbagai krisis dan masalah yang menimpa rakyatnya.

Mulai dari isu pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, lingkungan, hingga kemiskinan yang tak kunjung beres. Di acara tersebut PS menjawab dengan detail dan rinci permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan solusi yang ditawarkan. Dimulai dari angka-angka statistik yang beliau miliki, sampai membahas masalah ketahanan bangsa yang rapuh.

Dengan rasa optimisme dan nasionalisme yang tinggi, PS mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tetap bertahan dan berjuang mengatasi berbagai hambatan dan tantangan yang dihadapi bangsa.

Sekilas mengenal riwayat hidup PS yang pernah tinggal di Yordania karena kisruh politik di dalam negeri, memang dikenal sebagai tokoh yang aktif bergerak di dunia wirausaha. Saya pikir orang dengan karakter pemimpin seperti beliau tentunya sudah tidak terlalu mementingkan materi sebagai tujuan.

Yang saya amati setelah menonton acara tersebut adalah kesan yang ditimbulkan PS. Pertama, dalam diri PS muncul semangat patriotisme membela tanah air dan bangsa. Inilah yang diperlukan bangsa ini untuk memecahkan setumpuk permasalahan bangsa. Meletakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Menurut hemat saya buat apa beliau yang sudah kaya raya tinggal ongkang-ongkang kaki, mengambil resiko untuk siap dihujat bahkan dicaci maki mengingat karakter bangsa kita yang suka sekali menghujat bekas pemimpinnya.

Jujur saja kalau saya menjadi beliau, lebih baik saya diam saja menikmati hidup tanpa harus pusing memikirkan lingkungan sekitar. “Buat apa capek mikirin orang yang belum tentu tahu rasa terima kasih”, begitulah kira-kira pendapat saya.

Tapi naluri untuk mengabdi kepada bangsa dan negara yang membuat saya hormat kepada beliau terlepas dari kontroversi yang pernah dialami oleh PS. Itulah hal yang membuat saya terinspirasi. Kita tidak boleh bersikap acuh terhadap lingkungan sekitar. Apalagi kalau memiliki kemampuan untuk merubah dan berubah.

Kedua, dalam diri PS sesungguhnya saya melihat perpaduan antara konsep pemikiran bapak bangsa “Bung Karno” dan “Pak Harto”. Terutama mengenai rasa kebangsaan. Kuat sekali rasanya aroma nasionalisme. Tentunya bukan dalam arti nasionalisme sempit. Tapi demi martabat dan harga diri bangsa, yang sudah lama hilang.

Langkah provokatif negeri liliput seperti Singapura dan Malaysia semakin menjadi-jadi. Apalagi setelah era reformasi ini, mereka semakin mempermainkan kita. Apa yang kita tempuh dalam diplomasi luar negeri yaitu sistem politik bebas aktif cenderung “defensif”.

Melihat sosok PS, harga diri kebangsaan kita dibangunkan. Kepercayaan diri bangsa ini ditumbuhkan. Secercah harapan mulai terlihat. Mudah-mudahan apa yang beliau janjikan kepada bangsa ini mendapat doa restu seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, agar mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Satu hal yang pasti, suara yang bisa saya sumbangkan pada pemilu 2009 ini semoga dapat memberikan wajah perubahan pada bangsa Indonesia. Saya memerlukan perubahan cepat. Secepat bangsa Jepang, Korea, Thailand, Malaysia dalam kemajuan bangsanya.

Terima kasih kepada Pak SBY-JK untuk masa pengabdian kepada bangsa dan negara. Terima kasih telah memberikan rasa aman dan damai, sehingga saya dapat bekerja dengan tenang dan dapat menafkahi keluarga di rumah. Terima kasih. Hanya itu yang dapat saya ucapkan. Semoga amal ibadah Bapak mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. Amin***

 

Bayu N. Saputra

(Tulisan ini merupakan pendapat pribadi Penulis)

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/04/02/rasa-kebangsaan-yang-luar-biasa/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1430 H.

Google
 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King