Penambahan Access Point
Setelah mengalami masalah selama beberapa waktu, hotspot Gedung II Sosial Ekonomi Peternakan Unpad akhirnya dapat menerima sinyal yang lebih merata. Terwujudnya penambahan alat Access Point dilakukan secara swadaya.
Kendala teknis yang dialami sangat menganggu. Penerimaan sinyal gelombang hotspot ini tidak dapat dipergunakan secara maksimal. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi. Diantaranya adalah desain struktur bangunan, pohon yang tumbuh di sekeliling gedung yang mengurangi pendaran rambatan sinyal, hingga teknis antenna pada alat yang digunakan.
Namun semuanya telah berhasil diatasi dengan jalan mengambil salah satu rute port yang tersedia. Alat yang dipasang yaitu Access Point TP-Link dengan metode antenna vertikal. Alat tersebut merupakan gabungan kombinasi dari antenna omnidirectional/horizontal dengan antenna vertikal yang diharapkan dapat menjadi solusi.
Langkah pertama yang dilakukan adalah menghubungkan TP-Link dengan Ruckus melalui media kabel UTP. Teknik yang digunakan yaitu dengan cara koneksi cross cable. Pengecekan awal didahului dengan memeriksa sinyal yang dipancarkan.
Kedua, mencoba cover area yang dapat dijangkau oleh alat tersebut (TP-Link) dengan cara memakai ruangan yang mempunyai sudut-sudut dengan tingkat derajat yang diperkirakan rumit dan sulit.
Percobaan yang dilakukan menampilkan informasi bahwa rata-rata gelombang sinyal radio yang dapat diperoleh secara maksimum adalah pada level empat bar. Ini merupakan kemajuan yang signifikan setelah sebelumnya hanya mendapat sinyal pada skala satu bar saja. Hasil yang cukup memenuhi standar yang diinginkan. Untuk teknik pemasangan, alat dipasang dan ditempatkan pada posisi tepat berada di tengah ruangan gedung.
Dengan penambahan Acccess Point apabila dipasang secara bersamaan, rambatan sinyal yang dipancarkan oleh kedua alat tadi dapat bersifat saling menguatkan satu sama lainnya. Semoga dengan layanan perbaikan ini dapat meningkatkan produktivitas kerja rekan-rekan semua.***
Bayu N. Saputra


