Antara Akademisi, Praktisi dan Dewi Statistik
Menyimak tayangan debat Capres yang ditayangkan oleh stasiun Metro TV Kamis 25 Juni 2009 rasa-rasanya kembali mengingatkan saya kepada pilihan yang akan menentukan nasib diri dan keluarga serta rakyat bangsa ini yang mencapai 230 juta penduduk yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Memang terlihat begitu kentara, saat moderator (saya lebih suka menyebutnya “Dewi Statistik” karena kebetulan seorang perempuan) mengajukan pertanyaan yang dibalut dengan angka-angka mengenai kemiskinan dan pengangguran kepada para kandidat Calon Presiden. Ada yang berusaha menjawab pada tataran normatif dan wacana, ada yang cari aman-aman saja, ada juga yang secara lugas berani menjawab pertanyaan dengan segala macam solusi yang ditawarkan.
Respon jawaban sangat berbeda terhadap pertanyaan yang diajukan. Lagi-lagi mengingatkan saya kepada dua konsep pemikiran yang paradoks. Filosofi dan solusi seorang akademisi tentu akan terasa kontras dengan filosofi seorang praktisi. (more…)


