Catatan Bayu N. Saputra

June 26, 2009

Antara Akademisi, Praktisi dan Dewi Statistik

Filed under: Opini - bayunsaputra @ 3:41 am

Menyimak tayangan debat Capres yang ditayangkan oleh stasiun Metro TV Kamis 25 Juni 2009 rasa-rasanya kembali mengingatkan saya kepada pilihan yang akan menentukan nasib diri dan keluarga serta rakyat bangsa ini yang mencapai 230 juta penduduk yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Memang terlihat begitu kentara, saat moderator (saya lebih suka menyebutnya “Dewi Statistik” karena kebetulan seorang perempuan) mengajukan pertanyaan yang dibalut dengan angka-angka mengenai kemiskinan dan pengangguran kepada para kandidat Calon Presiden. Ada yang berusaha menjawab pada tataran normatif dan wacana, ada yang cari aman-aman saja, ada juga yang secara lugas berani menjawab pertanyaan dengan segala macam solusi yang ditawarkan.

Respon jawaban sangat berbeda terhadap pertanyaan yang diajukan. Lagi-lagi mengingatkan saya kepada dua konsep pemikiran yang paradoks. Filosofi dan solusi seorang akademisi tentu akan terasa kontras dengan filosofi seorang praktisi.

Karena pekerjaan saya banyak di lapangan (praktisi), menuntut kemampuan yang lebih besar dalam memecahkan masalah-masalah yang menghadang. Kemampuan inilah yang saya pahami ada dalam salah satu kandidat Calon Presiden Republik Indonesia 2009-2014.

Saya lebih mengedepankan logika memilih daripada emosional dalam memilih. Menang atau kalah itu soal biasa. Sebagai sebuah analogi seorang tukang tambal ban tentu lebih memahami permasalahan yang dihadapinya daripada orang yang “belajar” menambal ban. Mengapa? Karena tukang tambal ban tersebut terjun langsung menghadapi masalah yang dihadapinya dengan berbagai macam pendekatan teknik tambal ban.

Ada istilah tambal ban “basah” atau “kering”. Secara umum kita tidak akan mengetahui perbedaan kedua teknik tadi. Namun apabila kita tanya kepada tukang tambal ban yang memang sangat ahli di bidangnya, maka dia akan mampu menjelaskan secara gamblang mengenai teknik-teknik yang digunakan dalam menambal ban.

Mungkin yang keluar dari mulut seorang tukang tambal ban tadi adalah angka-angka statistik sederhana dalam mendukung teorinya. Kalau mau lebih rumit tinggal sewa saja tenaga konsultan…yang jelas teori dan kemampuan praktisi tukang tambal ban sangat besar jasanya khususnya bagi pemilik kendaraan yang tiba-tiba bannya kempes saat berada di perjalanan. ***

 

 

Bayu N. Saputra

(Tulisan ini hanya pendapat pribadi)

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/06/26/antara-akademisi-praktisi-dan-dewi-statistik/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1430 H.

Google
 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King