<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Catatan Bayu N. Saputra</title>
	<link>http://bayunsaputra.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 03:27:46 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Kekuatan Sebuah Proses</title>
		<link>http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/08/28/kekuatan-sebuah-proses/</link>
		<comments>http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/08/28/kekuatan-sebuah-proses/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 03:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayunsaputra</dc:creator>
		
	<category>Islam</category>
		<guid>http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/08/28/kekuatan-sebuah-proses/</guid>
		<description><![CDATA[	Banyak orang yang tidak mempedulikan sebuah proses. Padahal sebuah proses yang terbentuk di dalamnya merupakan sebuah gabungan kekuatan upaya-upaya yang secara sadar dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan.
	Keberhasilan dalam berproses adalah merupakan sebab akibat. Karena itu merupakan pasangan dari kegagalan. Orang pada umumnya menghindari kegagalan dan menghargai keberhasilan.
	Namun yang lebih mengkawatirkan adalah jarang sekali ada sikap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p class="MsoNormal">Banyak orang yang tidak mempedulikan sebuah proses. Padahal sebuah proses yang terbentuk di dalamnya merupakan sebuah gabungan kekuatan upaya-upaya yang secara sadar dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan.</p>
	<p class="MsoNormal">Keberhasilan dalam berproses adalah merupakan sebab akibat. Karena itu merupakan pasangan dari kegagalan. Orang pada umumnya menghindari kegagalan dan menghargai keberhasilan.</p>
	<p class="MsoNormal">Namun yang lebih mengkawatirkan adalah jarang sekali ada sikap yang menghargai sebuah proses sebagai suatu upaya yang positif. Orang-orang yang bertahan dengan sikap bahwa segala sesuatu itu harus melalui sebuah proses, akan lebih menghargai upaya tanpa terlalu menghiraukan apakah usahanya akan berhasil atau tidak.<a id="more-61"></a></p>
	<p class="MsoNormal">Seperti halnya di bulan Ramadhan 1430 H ini, umat muslim di seluruh dunia melaksanakan sebuah proses yang bernama saum. Secara lahiriah orang tidak boleh makan dan minum dari pagi hingga menjelang matahari terbenam. Aspek batiniah yang diharapkan adalah ketundukan akan sebuah peraturan dari ajaran Islam yang diturunkan oleh Allah SWT untuk menjadi insan yang bertakwa (ketaatan dan kepatuhan).</p>
	<p class="MsoNormal">Di sisi lain saum yang diwajibkan pada bulan Ramadhan ini dari sisi medis dan kesehatan adalah sebagai jalan untuk melakukan proses detoksifikasi. Dapat kita bayangkan proses metabolisme tubuh manusia dalam setahun yang bekerja dengan sangat berat. Melalui saum selama satu bulan, tentu saja membantu meningkatkan dan mengembalikan fungsi organ tubuh manusia menuju kesehatan yang sempurna lahir dan batin. Sungguh Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kesabaran dalam melaksanakan proses ibadah saum di bulan Ramadhan ini. Amin</p>
	<p class="MsoNormal">Bayu N. Saputra</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/08/28/kekuatan-sebuah-proses/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia All Star VS Manchester United</title>
		<link>http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/07/06/indonesia-all-star-vs-manchester-united/</link>
		<comments>http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/07/06/indonesia-all-star-vs-manchester-united/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 01:55:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayunsaputra</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/07/06/indonesia-all-star-vs-manchester-united/</guid>
		<description><![CDATA[	Satu lagi acara yang cukup menghibur para penggemar sepakbola adalah pertandingan antara Indonesia All Star melawan Manchester United sebuah klub terkenal dari liga primer Inggris.
	Tim Indonesia All Star yang diperkuat oleh pemain-pemain bintang pilihan Indonesia akan mencoba meladeni permainan memikat dari Manchester United. Tim yang telah menjuarai beberapa kali liga domestik di negaranya dan liga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p class="MsoNormal">Satu lagi acara yang cukup menghibur para penggemar sepakbola adalah pertandingan antara Indonesia All Star melawan Manchester United sebuah klub terkenal dari liga primer Inggris.</p>
	<p class="MsoNormal">Tim Indonesia All Star yang diperkuat oleh pemain-pemain bintang pilihan Indonesia akan mencoba meladeni permainan memikat dari Manchester United. Tim yang telah menjuarai beberapa kali liga domestik di negaranya dan liga Champions Eropa, tentunya akan memberikan pengalaman bertanding yang sangat berharga bagi tim Indonesia All Star.</p>
	<p class="MsoNormal">Meskipun di atas kertas Manchester United lebih diunggulkan untuk memenangi pertandingan ini, saya tetap mendukung tim Indonesia All Star. Ini urusannya dengan rasa nasionalisme. Saya membuang pikiran rasional dan lebih memilih emosional dalam memberikan dukungan kepada tim Indonesia All Star. Maklum rasa kebangsaan saya terlalu besar! Semoga tim Indonesia All Star dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/07/06/indonesia-all-star-vs-manchester-united/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Akademisi, Praktisi dan Dewi Statistik</title>
		<link>http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/06/26/antara-akademisi-praktisi-dan-dewi-statistik/</link>
		<comments>http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/06/26/antara-akademisi-praktisi-dan-dewi-statistik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 03:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayunsaputra</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/06/26/antara-akademisi-praktisi-dan-dewi-statistik/</guid>
		<description><![CDATA[	Menyimak tayangan debat Capres yang ditayangkan oleh stasiun Metro TV Kamis 25 Juni 2009 rasa-rasanya kembali mengingatkan saya kepada pilihan yang akan menentukan nasib diri dan keluarga serta rakyat bangsa ini yang mencapai 230 juta penduduk yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
	Memang terlihat begitu kentara, saat moderator (saya lebih suka menyebutnya &ldquo;Dewi Statistik&rdquo; karena kebetulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p class="MsoNormal">Menyimak tayangan debat Capres yang ditayangkan oleh stasiun Metro TV Kamis 25 Juni 2009 rasa-rasanya kembali mengingatkan saya kepada pilihan yang akan menentukan nasib diri dan keluarga serta rakyat bangsa ini yang mencapai 230 juta penduduk yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.</p>
	<p class="MsoNormal">Memang terlihat begitu kentara, saat moderator (saya lebih suka menyebutnya &ldquo;Dewi Statistik&rdquo; karena kebetulan seorang perempuan) mengajukan pertanyaan yang dibalut dengan angka-angka mengenai kemiskinan dan pengangguran kepada para kandidat Calon Presiden. Ada yang berusaha menjawab pada tataran normatif dan wacana, ada yang cari aman-aman saja, ada juga yang secara lugas berani menjawab pertanyaan dengan segala macam solusi yang ditawarkan.</p>
	<p class="MsoNormal">Respon jawaban sangat berbeda terhadap pertanyaan yang diajukan. Lagi-lagi mengingatkan saya kepada dua konsep pemikiran yang paradoks. Filosofi dan solusi seorang akademisi tentu akan terasa kontras dengan filosofi seorang praktisi.<a id="more-59"></a></p>
	<p class="MsoNormal">Karena pekerjaan saya banyak di lapangan (praktisi), menuntut kemampuan yang lebih besar dalam memecahkan masalah-masalah yang menghadang. Kemampuan inilah yang saya pahami ada dalam salah satu kandidat Calon Presiden Republik Indonesia 2009-2014.</p>
	<p class="MsoNormal">Saya lebih mengedepankan logika memilih daripada emosional dalam memilih. Menang atau kalah itu soal biasa. Sebagai sebuah analogi seorang tukang tambal ban tentu lebih memahami permasalahan yang dihadapinya daripada orang yang &ldquo;belajar&rdquo; menambal ban. Mengapa? Karena tukang tambal ban tersebut terjun langsung menghadapi masalah yang dihadapinya dengan berbagai macam pendekatan teknik tambal ban. </p>
	<p class="MsoNormal">Ada istilah tambal ban &ldquo;basah&rdquo; atau &ldquo;kering&rdquo;. Secara umum kita tidak akan mengetahui perbedaan kedua teknik tadi. Namun apabila kita tanya kepada tukang tambal ban yang memang sangat ahli di bidangnya, maka dia akan mampu menjelaskan secara gamblang mengenai teknik-teknik yang digunakan dalam menambal ban. </p>
	<p class="MsoNormal">Mungkin yang keluar dari mulut seorang tukang tambal ban tadi adalah angka-angka statistik sederhana dalam mendukung teorinya. Kalau mau lebih rumit tinggal sewa saja tenaga konsultan&hellip;yang jelas teori dan kemampuan praktisi tukang tambal ban sangat besar jasanya khususnya bagi pemilik kendaraan yang tiba-tiba bannya kempes saat berada di perjalanan. ***</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Bayu N. Saputra</p>
	<p class="MsoNormal">(Tulisan ini hanya pendapat pribadi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayunsaputra.blogsome.com/2009/06/26/antara-akademisi-praktisi-dan-dewi-statistik/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
